Smartphone Baru "Downgrade": Infinix Smart 20

Akhirnya Redmi Note 10 5G yang saya gunakan selama ini harus mulai beristirahat, karena sudah dua kali 'melahirkan'.

Yups ini baterainya kali kedua menggembung, saya sempet khawatir karena sudah beberapa kali nyaris itu booting sendiri dan hampir tidak bisa dinyalakan. Yang dikhawatirkannya lagi itu kalau sampai meledak aja sih pas lagi dicharge.

Masalahnya hape ini adalah hape utama saya dan menyimpan banyak hal penting di dalamnya. Kondisinya sudah memprihatinkan sebenarnya, body bocel, bahkan pecah, kamera belakang pecah pula, layar juga sudah bocor cairan LCD nya black spot di beberapa titik, tombol naik turun volume sudah hilang, intinya ini hape sudah gak layak sebenarnya, tapi fungsionalnya masih penting sekali.

Sampai akhirnya calon istri ini kesel liat saya dengan hape begitu, akhirnya dia mendorong untuk ganti hape, meski harus dengan cara mencicil alias kredit dengan kartu kredit.

Meski begitu saya gak bisa ganti dengan sesuai keinginan saya, karena budgetnya tidak ada, jadi ya dibatasi harga < 2jt.

Carinya pun di counter penjualan hape biasa, bukan di tempat saya biasa beli, Erafone. Tapi ini di Meteor Cell, ini salah satu toko besar, yang jual hape di Pandaan, juga di kota besar seperti di Malang store ini cukup dikenal.

Tadi itu sempet saya mau pakai Xiaomi lagi dari subbrand nya Redmi, tapi koq ya sudah downgrade masa pakai Xiaomi.

Diputuskanlah ganti brand lain. Jadi ini untuk pertama kalinya saya 'selingkuh'. Tapi ada keinginan kelak kembali ke Xiaomi lagi.

Ilustrasi Infinix Smart 20, gambar diambil dari Google

Pilihan jatuh pada Infinix Smart 20, smartphone ini keluaran tahun 2026, dibandrol dengan harga Rp 1.799.000,- jika melihat harga di marketplace itu berada dikisaran Rp 1.500.000,- s/d Rp 1.600.000,-

Sebenarnya saya itu cari smartphone dengan RAM minimal 8GB dengan penyimpanan 256GB lah. Tapi yang RAM segitu harganya mahal² (diatas budget yang tersedia), dan jika ada pun saya harus kembali ke Xiaomi tapi downgrade. Akhirnya milih lah Infinix ini, dengan iming² RAM 4GB + 4GB (virtual).

Jadi sedang musim ini tipu daya marketing, seolah-olah RAM nya itu 8GB padahal itu hanya 4GB, nah mereka pake istilah virtual RAM. Tapi dari yang saya baca² 4GB yang dikatakan virtual itu diambil dari ROM penyimpanan bisa dari 128GB atau 256GB, tergantung kamu pilih penyimpanan yang kapasitas berapa.

Intinya sih RAM berjalannya hanya 4GB saja sisanya itu seperti RAM halu. Saya sendiri memang belum buktikan anggapan saya ini. Jadi perlu dibuktikan, soalnya dulu smartphone receh yang pernah saya punya RAM 4GB itu lemotnya minta ampun, makanya mau tahu ini kalau Infinix gimana kemampuannya.

Mari kita sekarang lihat spesifikasinya, pembanding saya ya Redmi Note 10 5G, jadi saya akan benturkan dengan smartphone lama saya.

Spesifikasi Teknis:
Konektivitas 4G
Layar : panel modern punch-hole (Refresh Rate 120Hz) ⭐
LCD : IPS LCD 6.78 inci, resolusi HD+ (720 x 1600 piksel) ⭐
Chipset Mediatek Helio G81 Ultimate
Body : sertifikasi IP64 (tahan air/debu), uji banting 1,5 meter ⭐
Kamera utama : 8MP
Kamera belakang : 8MP
Dimensi : 167,7 x 78,7 x 7,7 mm ⭐
CPU : Octa-core (2x2.0 GHz Cortex-A75 & 6x1.7 GHz Cortex-A55)
RAM : RAM 4 GB LPDDR4X + virtual RAM 4GB dan memori internal 64 GB / 128 GB (tipe eMMC)
Baterai : 5200 mAh dengan pengisian daya (charger) 10W
OS : XOS 16 berbasis Android 16
Konektivitas & Fitur: USB Type-C, Call Noise Cancellation, jaringan 4G LTE, Wi-Fi, Bluetooth, dan sensor sidik jari
Warna : Shadow Black (hitam), Cloudline Blue (biru), Polaris Titanium (silver), Sunlight Orange (orange)


Smartphone ini punya dimensi yang cukup lebar, sehingga dioperasikan dengan tangan satu agak kesulitan, ditambah softcase bawaan itu relatif licin di kulit telapak tangan.

Untuk speaker sendiri smartphone ini cenderung cempreng suaranya, nyaring, speakernya standar saja tapi suaranya cukup keras.

Untuk awal² pemakaian kecepatan antar aplikasinya masih standar, saya belum menemukan ngelag. Hanya ngelag itu soal koneksi, ya wajar karena ini koneksinya masih di 4G, beda dengan smartphone saya sebelumnya yang sudah 5G.

Kelemahan lain itu ya tidak fast charging, ngecasnya agak lama. Kepala chagernya saja seperti charger 'mainan' gak kaya kepala charger yang lain yang besar dan kokoh.

Tidak ada NFC padahal di smartphone saya sebelumnya ada fitur itu, untuk mempermudah untuk ngisi e-money saat butuh etol, kalau begini mau gak mau saya tetap membutuhkan smartphone lama saya harus ready.

Kameranya hanya 8MP depan dan belakang, tergolong kecil jika dibandingkan dengan smartphone lama saya, tapi saya sendiri belum mencoba lebih lanjut sensasi dari kameranya Infinix, maklum sudah terbiasa dengan Xiaomi.

Kelebihan yang saya rasakan smartphone ini ringan, tidak seberat Redmi Note 10 5G, ini ringan banget jadi kalau dibawa disaku itu tidak keberatan lah ya, layarnya ini lebar keuntungannya memang untuk baca ebook, browsing, blogging itu lebih nyaman. Hanya memang jika dipegang jadi terlalu besar, kalau pemakaian tidak mobile sih masih oke lah ini.

Hal yang saya anggap kelebihan di hape yang sekarang itu saya beri tanda ⭐, walaupun ya itu tidak signifikan, namun saya cukup terhibur dengan hal itu. Meski dimensinya besar, tapi saya cukup bahagia ketika buat aktivitas blogging jadi lebih besar tampilannya, walau pas dipegang jadi kurang ergonomis saat lagi ribet.

Garansi yang ditawarkan standar ya, 12 bulan dari masa pembelian, dan yang digaransi ya sama² seperti layaknya smartphone pabrikan China lainnya.


Awal ketika hape ini diunboxing, hal yang dilakukan adalah memindahkan simcard, lalu kemudian adalah memasukan akun Google saya yang primary cocoper6@gmail.com, kemudian saya lanjutkan dengan akun Google saya yang lain, karena akun² tersebut penting saya gunakan dalam aktivitas blogging.

Setelah itu saya instal aplikasi penting selanjutnya, WhatsApp dan aplikasi pendukung lainnya yang ada di smartphone yang lama. Setelah itu ya setting font, tampilan dan update OS secara OTA. Lumayan nih waktu update habis 3GB hanya untuk menambahkan aplikasi dan update OS, itu pun belum semua aplikasi yang saya butuhkan saya masukan di sini, saya bertahap saja lah.

Sejauh ini baru itu yang bisa saya bagikan di sini, saya belum bisa cerita banyak soal smartphone ini, maklum ini pengalaman pertama menggunakan brand selain Xiaomi. Jadi pastinya ada perbedaan dari tampilan interfacenya, kemudian juga dari option² menu juga saya harus menyesuaikan, walaupun secara umum dimana² Android ya begini ini.

Untuk harga tadi di atas sudah saya share, jika kalian berminat bisa mencari di marketplace harganya jauh lebih murah sih. Bisa klik di sini untuk mencarinya.


Sekedar informasi saja Infinix ini merupakan brand smartphone berasal dari Hongkong, berdiri sejak 2013. Masih satu grup dengan brand Tecno dan Itel, masih dibawah naungan Transsion Holding. Untuk perakitan berada di China. Soal pusat R&D nya ada di Prancis dan Korea Selatan.

Jadi untuk sementara hanya ini yang bisa saya bagikan saat ini, karena saya belum bisa berkomentar banyak. Update berikutnya nanti ada dikolom komentar jika saya merasakan sesuatu. -cpr

#onedayonepost
#gadget
#produk
#shop

1 komentar:

  1. Ada fitur menarik di Infinix ini ternyata, jadi ada fitur pemutus arus jika baterai sudah penuh. Ini sederhana tapi mendukung sekali, menjaga kesehatan baterai.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.