Perempuan Nipu & Maling Mobil Modus Charter
Ada lagi modus baru yang kali ini saya dengar informasinya dari radio SS. Ya ini saya mencoba mencatatnya untuk supaya kita waspada terhadap modus² kejahatan. Memang untuk saat ini kita tidak bisa percaya kepada orang tak dikenal, juga orang baru dikenal. Orang yang kita kenal saja punya resiko, jadi tetaplah selalu waspada.
Kali ini saya coba catatkan informasi yang saya terima, mungkin ada info yang kurang, tapi yang penting adalah modus si pelaku, agar kita terhindar.
Untuk saat ini, sepertinya kita itu harus dan wajib untuk mengikuti teknologi. Misal nih, jaman sekarang apa² transaksi sudah serba non tunai, kita juga harus paham itu dan bisa melakukannya.
Transaksi QRIS, transfer antar bank melalui mobile banking, internet banking, atau aplikasi perbankan lainnya, kita itu harus paham. Minim² ya tahu bagaimana cek saldo dulu, bagus lagi urusan transfer sudah bisa.
Meski begitu kemahiran dalam soal teknologi harus diimbangi dengan informasi untuk berhati-hati terhadap modus phising, malwarer atau peretasan akun karena keteledoran. Misalnya, nge-klik link yang tidak jelas juntrungannya yang berujung peretasan akun, menerima telepon tak dikenal lalu mengikuti perintah² yang menyalahi ranah data rahasia pribadi. Jika kita diberikan pengetahuan dan pemahaman itu, rasanya cukup apabila kita ikut perkembangan jaman saat ini.
Karena begini, jika kita mengikuti perkembangan teknologi, kita juga harus mengikuti pula modus² negatif dari pemanfaatan teknologi itu, supaya tidak terjerumus atau terjerembab atau bahkan terjebak atau bahkan tertipu.
Kita balik ke topik modus yang mau saya ceritakan kali ini. Jadi, ada seorang driver dengan mobil Sigra, asal Banyuwangi. Ybs. ini mendapatkan order charter dari Banyuwangi ke arah Surabaya.
Driver ini mengenal customer ini baru, jadi fixed sebagai orang yang baru dikenal, bukan kolega, kerabat atau teman. Customer yang saya sebut calon penipu dan pencuri ini adalah seorang wanita.
Calon kriminal ini meminta diantarkan ke Surabaya ke rumah tantenya. Perjalanan dilakukan memakan waktu beberapa jam, dari Banyuwangi hingga Surabaya. Tiba di Surabaya sekitar dini hari, kurang lebih sekitar jam 02:00.
Tiba di lokasi yang dituju, rumahnya kosong, alias tidak ada di rumah katanya si wanita calon kriminal ini. Entah itu benar rumah tantenya atau dia ini mengada-ada dan mungkin sudah dikondisikan dengan rekan sesama kriminal. Bisa saja informasi rumah yang dianggap rumah kerabatnya itu memang kosong, karena info dari temannya di Surabaya yang sudah mengenalpl lokasi.
Karena tujuan antar awal sudah selesai, driver menagih uang charter dong, dan si calon kriminal ini bilang kalau sudah ditransfer.
Nah berhubung driver ini tidak punya m-banking atau internet banking untuk mengecek saldo rekening, alhasil situasi ini membuat si pelaku jadi punya peluang buat melakukan aksi.
Mungkin juga modus transfer ini juga baru disiapkan setelah si calon kriminal ini mengumpulkan informasi sepanjang perjalanan. Karena si driver merasa si calon penumpang kriminal ini baik, sehingga membuatnya tak dicurigai. Informasi kalau korban tak punya akun perbankan digital bisa saja diperoleh saat obrolan itu.
Sehingga membuat si korban harus memastikannya ke ATM. Berhentilah di sebuah ATM di daerah Sepanjang. Sampai di sana, karena korban merasa pelaku ini vibesnya baik, maka korban meninggalkan mobilnya dengan kunci dan hape di mobil. Pelaku yang duduk di sebelah kursi driver langsung mengambil alih mobil dan kabur.
Korban langsung menghubungi petugas terkait dan juga radio SS. Alhasil dari SS juga kontak ke kepolisian dan karena masih pagi, jalanan masih sepi, tim buser kepolisian langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku dan juga unit curiannya saat akan bertransaksi.
Ini masih beruntung sih buat driver yang jadi korban. Kerugiannya memang besar tapi lebih mending unit mobilnya masih bisa diamankan, daripada hilang, keluarkan ongkos lagi buat kembali ke Banyuwangi.
Baca juga: Modus Penggelapan dari Orang Kenal
Modus yang bisa kita telaah di sini sama dengan postingan saya yang lalu:
👺 Jangan terlalu baik dengan orang, lakukan scaning dengan menganggap semua customer kita adalah pelaku kriminal
👺 Jangan pernah tinggalkan penumpang dengan kendaraan kita dengan kunci atau benda berharga di dalam mobil
👺 Berusaha sedikit mungkin berinteraksi dengan penumpang kita, karena ditakutkan si penumpang mengumpulkan informasi dari kita untuk menyusun siasat.
Makin hari selalu saja ada cara untuk orang melakukan kejahatan. Saat ini kita harus sering mendengar cara atau modus² kejahatan agar kita bisa terhindar dari aksi² kejahatan. Minimal bisa membuat pelaku kejahatan itu kecele karena kita tidak bisa dikadalin.
Selalu waspada dan berhati-hati, baik laki² atau perempuan punya potensi yang sama berbuat kejahatan dan jangan pernah percaya bahwa perempuan itu lemah, karena tipu muslihat ada pada siapa saja yang punya kesempatan dan niat jahat. -cpr
#onedayonepost
#moduskejahatan
#perempuannipu
#




Leave a Comment