Order Fiktif (Lagi) Edisi Ketiga Kalinya
Sepertinya pelaku order fiktif ini adalah pelaku yang sama, soalnya dari suaranya itu serupa. Iya ini sih dugaan saya saja ya, karena saya tidak bisa melacak lebih lanjut si pelaku ini.
Bagaimana ceritanya pengalaman ketiga dapat order fiktif?
Kejadian dan lokasinya ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo, tepatnya ketika saya melintas wilayah Porong, Sidoarjo. Tiba² ada orderan masuk dengan titik jemput di tengah lumpur Porong Sidoarjo dan tujuan antar ke daerah Buduran, Sidoarjo. Nominalnya sekitar 40rb kalau tidak salah.
Ketika saya dapat order dari nama akunnya saya sudah aneh, kalau gak salah dia pake nama "Rsin", nama yang aneh. Terus saya lihat di titik jemput saja sudah gak masuk akal.
Pola selanjutnya adalah dia meminta nomor WA saya dan dia membagikan nomor WA pula untuk memancing saya menghubungi nomor tersebut. Nomor WA yang diberikan nanti akan saya share, jadi kalian bisa coba menghubungi customer yang berprofesi sebagai penipu.
Belajar dari pengalaman, chat dengan cust di aplikasi saya SS sebagai bukti, nampak itu nomor WA yang diberikan si penumpang penipu #dokpri
Di situ jelas sudah jadi pertanda bahwa orderan fiktif, sebenarnya sudah bisa diabaikan. Tapi sulitnya sebagai Mitra nanti tidak ada bukti. Karena kalau menurut Pusban, untuk membatalkan order kita harus sampai ke titik jemput, lalu klik "Sudah Sampai", jika itu memang order fiktif tinggal dilanjutkan batalkan order dengan alasan yang sudah kita kumpulkan.
Ini dia nomor pelaku yang jelasnya, kontak saya langsung diblokir ybs. kemungkinan ini nomor dipergunakan terus, tapi saya sudah tandai dengan memberi nama penipu. Supaya tercatat di GetContact sehingga orang lain bisa mendeteksi nomor ini dipakai oleh kriminal #dokpri
Nomornya saya tuliskan di sini 083875846084 supaya ketika ada yang mencari nomor ini di Google bisa muncul di pencarian, bahwa nomor ini pernah digunakan untuk menipu.
Tapi kalau saya opsinya adalah pembatalan itu biar dilakukan oleh si pelaku penipuan.
Jadi sebenarnya setelah si pelaku menshare WA nya, akun pelaku dimatikan, atau paket data pelaku dimatikan, sehingga saya seperti gak bisa menghubungi akun pelaku, karena tandanya centang satu saja. Baru setelah dia ketauan kita ini memahami kalau sedang ditipu baru dia langsung mengaktifkan akunnya lalu langsung membatalkan order tersebut.
Kembali ke topik, jadi saya selalu membiarkan pelaku yang membatalkan order. Setelah sampai lokasi, muncul notif ke akun pelaku pastinya, apalagi saya klik "Sudah Sampai", dan saya juga seolah-olah menghubungi nomor WA pelaku tadi dan melakukan sambungan call via aplikasi Grab Driver, melakukan tugas saya sebagai Mitra supaya saya tidak kena sanksi walaupun sudah dipastikan itu order fiktif. Tidak lama munculah panggilan ke nomor WA saya, yang digunakan buat chat si customer penipu tadi.
Ini dia nomor yang ngaku² dari Grab, padahal dia ini penipu yang akan mengarahkan Mitra mengklik tautan yang berisi virus untuk meretas akun penting di smartphone kalian #dokpri
Untuk nomor penipu ini saya tuliskan ulang, supaya ketika ada orang mencari di Google setidaknya bisa muncul di pencarian, nomornya adalah 087848438977 👈 hati-hati nomor penipu!
Modusnya sama, muncul nomor baru seolah-olah dari Grab.ID, dengan profil picture logo Grab. Dengan bahasa dan kata² baku ala customer servis. Tapi saya menjawab panggilan itu dengan cuek saja, dan tidak basa-basi, langsung tembak.
"Iya saya tahu, ini order fiktif, saya tahu situ nipu. Akun saya kan dipakai buat mancing penipu² macam situ!"
Langsung itu dia batalkan order dari akun Grab customer penipu tadi, terus dia matikan itu teleponnya. Nomor telepon yang ngaku² customer Grab itu masih aktif, bahkan saya sempet kirim pesan pun dia baca.
Pada waktu call pun saya dengar si penipu kaya merasa kecele, dalam arti sialan, akun ini sudah ngerti dengan modus order² fiktif, kenapa masih dilanjutkan. Pikir dia begitu, dan dia melakukan itu tidak sendiri ada rekannya terdengar di ujung telepon ada orang lain.
Gila ya, ini sampai ketiga kalinya kena order Grab fiktif lagi. Saya langsung lapor ke Pusban, kirim pengaduan by email. Saya gak berharap kompensasi seperti kasus kedua lalu dapat kompensasi Rp 3.000,- . Tujuan saya adalah akun itu dibekukan supaya tidak digunakan untuk menipu lagi.
Laporkan segala modus² yang tidak sesuai SOP yang dilakukan oleh customer kepada Pusat Bantuan, supaya Grab bisa memaksimalkan sistem mereka dalam menangkap modus² kejahatan seperti ini #dokpri
Baca juga: Order Fiktif (Lagi) Tapi Kali Ini Aman
Semua nomor yang saya share di atas adalah kesengajaan saya supaya berhati-hati dengan penipu sialan itu.
Pengaduan saya sudah dilayangkan ke pihak Grab, semoga bisa ditindaklanjuti. Seharusnya Grab bisa langsung mesuspend akun si penipu ini. Supaya gak ada Mitra yang masih polos kena jebakan pelaku #dokpri
Selalu baca edaran info grafis tips dari Grab supaya tidak terkena jebakan dari pelaku order fiktif. Ingat, tujuan mereka adalah mengirimkan link yang berfungsi meretas akun Grab, akun perbankan kalian, itulah tujuan dari pelaku order fiktif. Maka selalu berhati-hati dalam menjalankan order, modus mereka sejauh ini masih mudah ditebak.
Ditunggu jurnal Grab berikutnya, mudah-mudahan sih cerita yang (+) gitu, jangan jurnal negatif kaya begini, sampah sih jadinya. Semoga si penipu ini mendapatkan ganjaran dari aksinya, ganjaran yang terbaik. -cpr
#onedayonepost
#orderfiktif
#grab
#jurnalgrab










Leave a Comment