Cari Rejeki by Grab di Pandaan Makin Sulit

Seperti terjun bebas, itulah yang saya rasakan saat ini. Meski tidak terjun bebas dalam makna sebenarnya, dalam arti begini: orang berpikir terjun bebas itu dari puncak paling tinggi tiba² jatuh langsung ke bawah tanpa proses. Nyatanya tingginya tak setinggi itu. 


Jadi begini, saya mau share dan catat sedikit soal jurnal Grab saya belakangan ini, dimana saya merasakan semakin sulit mengais rejeki dari Grab di wilayah Pandaan, sebagai wilayah home base aplikasi Grab Driver saya. 

Ilustrasi disiapkan by Gemini

Saya memulai jadi Mitra Grab dibulan Februari dan itu bertepatan dengan momen bulan puasa. Ketika itu traffic transaksi Grab itu saya katakan masih okelah. Saya mulai online selepas jam 4 sore saja, hingga jam 9 malam, atau jika saya tambahkan hingga jam 11 malam masih bisa dapat 9 trip, dengan rata² pendapatan di atas 130rb. Peaknya itu sampai disebelah lebaran lah. 

Selepas itu mulai itu menurun drastis, dari 9 trip mulai 50%, paling hanya 3-4 trip saja, malah kini makin turun hanya 1-2 trip saja, jam kerjanya sama. 

Saya mulai komplain dan menuliskan kegelisahan pada jurnal Grab saya, bahwa ini karena Turbo 'BETA', meski saya tidak bisa membuktikannya, karena saya merasa sejak ada fitur itu semua berubah. 


Entah memang demandnya turun atau memang fitur ini seperti menghambat saya dapat order, jika orderan mentahan tidak diambil driver prioritas maka baru dilempar ke akun saya. Itulah yang terpikirkan belakangan ini. 

Mulai akhir Maret, April hingga saat ini pertengahan Mei, pendapatan dari Grab ini turun seturun-turunnya, meski peak tertingginya juga tidak terlalu tinggi, tapi yang saya peroleh saat ini seperti ampas, kering dan terjerembab.

Saya mencoba full time ketika saya ijin bekerja dari pekerjaan biasa, mencoba mengais rejeki full time hasilnya juga ampas, nilainya sama ketika saya 5 jam kerja sepulang kerja saat bulan puasa lalu, tidak sebanding. Harusnya logika dengan jam online lebih banyak bisa dapat lebih, sudah gitu areanya saya sampai ke Sidoarjo, Pasuruan, hasilnya pun ampas. 

Jadi ini karena apa? Apa karena fitur baru ini atau memang demand-nya yang sedang turun karena perekonomian masyarakat yang tidak baik² saja? 

Justru yang saya rutin terima bukan tip atau bonusan, tapi orderan fiktif yang sampai saat ini sudah 3x order fiktif yang mencoba meretas akun pribadi saya, walaupun ketiganya gagal dan sudah terbaca modusnya. 




Itu kenapa saya katakan mengais rejeki dengan Grab saat ini sulit, ampas. Jika waktu adalah uang, terbuang sia² menunggu orderan itu ya sampah banget sih. 

Saya mencoba tanya ke customer/penumpang yang naik, "apakah sulit mencari driver?"

Mereka menjawab tidak sulit, mudah dan tidak perlu menunggu lama untuk driver. Hal ini artinya sebenarnya jumlah drivernya ada dan tersedia bahkan bisa saja sama jumlah drivernya, yang bermasalah adalah jumlah ordernya yang tidak ada. 

Saya juga tidak bisa membaca pasar saat ini, karena saya tidak tahu ada berapa driver di sekitar saya. Sehingga kue yang cuma ada seadanya pasti habis sekali makan saja. Jika di Maxim ada grup khusus driver baik motor dan mobil, sehingga tiap ada order yang habis diselesaikan oleh driver pasti dishare di grup itu dan sekaligus sharing tentang aktivitas narik mereka, sehingga banyaknya order dan pergerakan pasar bisa terwakili di sana. 

Sedangkan di Grab ini tidak ada grup khusus tersebut, sehingga jika ada masalah, mau diskusi atau apapun tidak bisa tersampaikan. Mungkin ada hanya saya tidak tahu grupnya apa namanya dan siapa yang mengelola. 

Akun WA Grab ID Sahabat GrabBike saja tidak bisa bermanfaat, karena akun itu juga hanya AI yang mengoperasikan, jadi ya ampas juga, apalagi ada jam kerjanya hanya jam 09:00 - 17:00, setelahnya ya gagu. 


Saya sengaja menuliskan jurnal Grab ini untuk melihat, apakah diwaktu mendatang ada perubahan signifikan dari situasi ini, entah lebih baik, pendapatan naikkah. 

Memang saya tidak memanfaatkan fitur GrabCar Food. Hal ini karena alasan saya tidak mau terjebak dengan orderan fiktif. Order GrabCar saja sudah cukup sering, dan itu beresiko sekali, rugi kena potong waktu pertama kali kena order fiktif membuat saya trauma, jadi order GrabCar Food tidak mau saya aktifkan. Pertama kali dapat order ini pun dicancel sama resto, jadi saya memilih untuk tidak ambil order GrabCar Food untuk saat ini. Tidak tahu jika saya sudah punya pendapatan lebih banyak, untuk modal. 

Segitu saja yang bisa saya sharingkan, ini memang realitanya, bahwa cari rejeki Grab Car di wilayah Pandaan ini sulit, mau kamu seharian online, paling mentok dapat 5 trip, itu pun kamu harus on position yang potensial, kalau gak ya jangan harap. 

Ke depan jika pun satu hari off gak masuk kerja, mungkin perlu dicoba on bid di wilayah Surabaya atau Malang, siapa tahu di sana banyak mobilitas orang yang memanfaatkan aplikasi Grab ini. 

Segitu saja yang bisa saya bagikan, untuk catatan jurnal histori Grab. Sampai jumpa dicatatan lainnya lagi. -cpr

#onedayonepost
#jurnalgrab
#grab
#opini

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.