Nyaris Kena Hack dari Customer Grab Penipu
Saya mau sharing cerita menarik seputar aktivitas menjadi Mitra Grab. Nyaris kena tipu / hack melalui akun Grab, si penipu menyamar sebagai akun customer Grab.
Bagaimana cerita dan kronologinya, mari simak jurnal Mitra Grab di sini:
Jadi malam ini, tanggal 26-04-2026 sekitar jam 20:01 saya dapat orderan, menggunakan fitur Turbo 'BETA'. Saya bagikan SC dari transaksi yang masuk (tapi ini resume transaksi yang telah diselesaikan, penjelasannya saya jelaskan lebih lanjut, jangan dijudge dulu).
Ini preview transaksi yang harusnya saya dapatkan, tapi fiktif, sehingga saya harus kehilangan deposit yang terpotong dari transaksi yang terjadi. Berapa kerugiannya akan saya jelaskan diakhir postingan. #dokpri
Setelah dapat order saya lakukan konfirmasi melalui menu pesan yang tersedia di aplikasi. Saya chat itu si customer. Berikut ini isi chat saya dengan si customer yang nantinya diduga sebagai pelaku penipuan.
Setelah mendapatkan konfirmasi saya meluncur ke titik jemput. Setelah sampai, saya sesuai SOP menekan menu "Sudah Sampai", kemudian saya tunggu dan memberikan konfirmasi ke customer ini.
Tidak lama si customer ini membalas dan menginformasikan bahwa yang mau naik Grab adalah kakaknya, dan saya diminta WA ke nomor yang tertulis di sana 085788432282. Lalu saya save nomor itu dan mulai menghubungi si nomor itu.
Delalahnya saya menghubunginya dengan nomor WA default aktivitas sehari-hari saya dan itu adalah nomor yang bukan didaftarkan untuk Grab. Itu terjadi begitu saja karena WA pribadi ini yang selalu aktif dibandingkan nomor WA yang didaftarkan ke Grab.
Saya coba chat nomor itu dan sempet muncul gambar profil seorang wanita. Saya chat dan ternyata tidak ada balasan, saya telepon via WA pun tidak diangkat.
Biasanya jika customer bener, itu pasti angkat dan selama ini tidak pernah ada masalah dengan pola transaksi yang serupa ini. Tapi kali ini koq aneh, mulai saya menduga ini orderan fiktif deh kayanya.
Saya sebenarnya masih sabar menunggu, santai saja itu saya tunggu, karena wajar jika agak lama memang, walaupun kali ini tidak ada kabar, tapi saya tetap sabar menunggu sebenarnya.
Tiba² ada telepon via WA call masuk, dengan gambar logo Grab, tertulis profilnya juga 'Kantor Grab'.
Ditelepon itu disampaikan kalau berasal dari kantor Grab. Menyampaikan bahwa transaksi yang baru terjadi adalah transaksi dari akun fiktif dan akun fiktif itu akan dilaporkan dan disuspend, karena sudah ada 3 mitra yang kena.
Dia lalu kemudian mengarahkan saya untuk mensuspend dengan cara memberikan bintang satu ke akun customer tersebut. Tapi caranya dengan saya diminta menyelesaikan pekerjaan.
Di sini saya sudah mulai curiga, kalau begini berarti seolah-olah saya jadi salah, karena tidak melakukan pekerjaan tapi menyelesaikan pekerjaan, dianggap saya juga melakukan aktifitas fiktif. Tapi saat itu saya mengikuti saja arahan dari terduga penipu yang mengaku dari kantor Grab itu. Dan saya juga baru kali ini dapat order fiktif jadi ikuti dulu lah arahannya.
Saya ikuti dan saldo kredit saya hilang sejumlah transaksi terbayar, lalu saldo dompet tunai berubah. Sesudah itu saya pikir selesai, ternyata si penipu ini bilang, kalau saldo bapak nanti bisa kembali lagi. Dy mengarahkan saya keluar aplikasi dan masuk aplikasi lagi, lalu meminta saya cek saldo di dompet kredit, dompet tunai dan di OVO, bahkan saya diminta menyebutkan berapa nominalnya.
Di situ saya sudah mulai janggal, koq ya nanya² sampe segitunya. Tapi di situ si penipu paling sudah mikir, "halah saldonya sedikit!" Tapi ternyata si penipu masih lanjut.
Saya itu sempet yakin karena dia menyebutkan bahwa akun saya ini baru 2 bukan, nah entah informasi ini dia peroleh dari mana, itu yang saya bingung dan sempet berpikir ini nomor resmi Grab.
Dia kemudian mengarahkan saya untuk menonaktifkan akun selama 10 menit, lalu dia bilang akan mengirimkan link untuk saya menyelesaikan pengaduan terhadap akun customer tadi. Dia mengirimkan link. Saya lihat link nya koq aneh, kaya gak resmi ini.
Saya kemudian mencoba menjeda telepon dengan bilang kalau istri saya telepon, padahal gak. Nah diwaktu jeda itu saya berpikir dan menganalisa beberapa hal:
#1 Masa iya kantor Grab mengirimkan link yang mana link itu koq gak jelas, link gak resmi dengan domain link gratisan. Ini sudah janggal
#2 Lha ini kantor Grab koq bisa tahu dan menelpon nomor WA saya pribadi, padahal Grab harusnya hanya tahu nomor yang terdaftar di akun Grab saya. Ini malah telepon ke nomor WA yang gak pernah terdaftar di Grab. Langsung saya mikir, lha dia tahu kan karena saya WA ke nomor customer yang tadi saya WA. Dari situlah si penipu tahu nomor WA saya.
#3 Kalau mau suspend akun customer itu kan bisa langsung dilakukan tanpa perlu saya mengisikan sesuatu hal melalui link tertentu.
Nah habis jeda itu, eh si penipu mulai telepon lagi. Masih menanyakan link yang dia kirim. Saya bilang, lho koq gak ada linknya, padahal ada link pertama dikirimkan masuk. Akhirnya dia kirim lagi link serupa dari nomor berbeda.
Saya tidak buka link itu dan biarkan saja link itu ada dan tidak saya hapus dulu sebagai bukti saya konfirmasi ke Customer Grab yang benar.
Karena dia telepon lagi, jadi saya terima. Saya ngeles tidak terima link. Saya bilang, koq link nya gak masuk ke nomor WA saya yang terdaftar di Grab ya. Dia mulai ngeles saat itu. Terus dia bilang apa tidak saua gubris. Lalu saya bilang ini ada link tapi masuk ke WA pribadi saya.
Terus dia tetap mengarahkan saya mengklik link itu. Saya langsung bilang, wah saya gak bisa asal mengklik link yang tidak resmi. Si penipu mulai itu mengancam kalau akun saya akan kena suspend dan diputus sebagai Mitra. Di saat itu pula saya juga ngotot, lha saya aja korban, lha kenapa saya harus takut disuspend atau diputus Mitra, saya bisa datangi ke kantor Grab jelaskan semuanya. Yang jelas Grab sendiri tidak pernah menyarankan mengklik link apapun yang tidak resmi.
Dia mengeles lagi, emang itu link apa, itu adalah tautan ke pengaduan Grab. Memang nampak seperti demikian tapi link itu juga gambarkan realita yang tak ideal masa iya sih perusahaan sekelas Grab pakai akun pembuat link tautan dengan link gratisan.
Saya ngotot lagi, ini aneh karena koq Grab gak WA ke nomor yang terdaftar di Grab, malah ke WA pribadi, lalu juga Grab gak pernah menyarankan Mitra mengklik link apapun yang tidak resmi.
Gak lama karena kesel dan sudah terlanjur ketauan nipu, si penipu menutup telepon WA itu. Saya beruntung terbebas dari link hack itu. Jikalau saya klik link hack itu, maka secara otomatis smartphone saya akan diretas dan akun perbankan yang ada di smartphone saya bisa dibobol dengan mudah. Bisa habis semua akun perbankan saya hanya karena tidak cerdas.
Akhirnya si penipu dinyatakan GAGAL 👎☹👎 melakukan penipuan terhadap saya. Saya yakin si penipu ini kesal karena hanya karena uang gak seberapa dia ketauan. Kalau tahu akun saya saldonya ratusan ribu dan jutaan maka paling dia akan mencoba lancarkan trik lainnya supaya bisa menipu saya.
Saya kemudian lanjut menghubungi Pusat Bantuan Grab melalui aplikasi. Saya jelaskan semua hal yang terjadi terhadap Pusban ini. Kemudian dijelaskanlah bahwa akun saya ini tetap aktif dan juga saya sampaikan kerugian saya dimana saldo dompet kredit kedebet tapi uang tunai tidak saya terima, sehingga saya kehilangan saldo karena terpotong oleh aplikator.
Harusnya yang dibayar penumpang adalah Rp 33.500,- dan yang saya terima seharusnya adalah Rp 31.100,-. Yang terpotong oleh aplikator sebagai sebesar Rp 2.400,- atau 7,11%. Itulah yang jadi kerugian saya yakni sebesar Rp 2.400,- karena mau gak mau saya harus isi dompet kredit dari sesuatu yang tidak saya terima.
Kerugian lainnya ya saya jadi dianggap menyalahi SOP, yakni belum menaikan penumpang tapi susah menyelesaikan pekerjaan, di titik lokasi yang sama ketika jemput. Jadi titik jemput dan selesai ada di titik yang sama, tidak jauh pergeserannya. Padahal saya ini adalah korban juga.
Pelajaran yang bisa saya ambil ketika mendapati orderan fiktif seperti demikian:
#1 Selalu WA menggunakan nomor WA lain, selain nomor WA yang terdaftar di Grab, untuk jadi poin pendukung yang bisa langsung memastikan bahwa pihak yang menghubungi kita itu FIXED 100% penipu. Karena seharusnya jika aplikator dalam hal ini Grab menghubungi kita, dia tahu dong nomor yang seharusnya dia hubungi.
#2 Apabila mendapatkan order fiktif, ditunggu tapi customer tak juga kunjung datang, tetaplah tenang. Gunakan PUSBAN Grab untuk melaporkan kondisi ini dan meminta Grab yang memproses pembatalan orderan tersebut. Tapi ingat sebelumnya lakukan dulu konfirmasi² yang seharusnya sesuai SOP dan screenshoot semua komunikasi yang terjadi sebagai pegangan bukti saat ada masalah lebih lanjut.
#3 Jika ada nomor tidak dikenal menghubungi mengatasnamakan Grab, abaikan saja, karena jelas itu bukan dari Grab. Nomor Grab pasti hanya akan menghubungi ke nomor akun yang terdaftarkan ke Grab. Juga namanya itu bukan kosongan, seperti nomor tanpa nama.
#4 Jika nomor tersebut mengirimkan link dalam bentuk apapun, jangan klik link itu, jika kamu klik maka semua data mu di smartphone yang kamu gunakan saat itu akan diretas, abaikan atau segera hapus pesan dan blokir nomor tersebut.
#5 Dokumentasikan semua komunikasi yang dilakukan oleh karena order fiktif itu untuk digunakan sebagai bukti dikemudian hari. Contoh seperti saya ini saya naikan ke postingan blog ini.
Kira² itulah kisah atau jurnal Grab kali ini, itu yang bisa saya sharingkan, mudah-mudahan bisa membantu para Mitra Grab supaya jangan sampai tergiur sama hal sedemikian, karena kita akan rugi double. Jika rugi cukup sedikit saja lah seperti yang saya alami ini, soalnya daripada kerugiannya makin besar lagi.
Dokumentasi ini bisa jadi bukti bahwa saya pernah nyaris kena tipu dan hack. Terkadang kita butuh pikiran yang jernih, tidak gopo, dan terpenting kalau bisa pahami aturannya supaya ketika ada penipu seperti ini pengetahuan kita jauh lebih tahu daripada penipunya.
Saya lanjutkan lagi jurnalnya ya. Hubungi pusat bantuan dan jelaskan kronologisnya, share semua bukti yang saya punya. Kemudian saya memastikan akun Grab saya ini bermasalah atau tidak, dari cuatomer service Grab bilang akun saya tetap aktif. Di situ saya cukup tenang, soal kerugian saldo deposit saya iklaskan, itung² itu biaya pengalaman dan saya bisa tuliskan dan share pengalaman itu di sini.
Jujur saja masih ada ketakutan akan rong²an order fiktif lagi, karena dugaan saya pelaku itu ada di area Pandaan, dan bisa saja pelaku menyamar sebagai customer dan melakukan order yang benar hanya untuk profiling driver. Tapi saya juga tidak bisa memastikan Mitra Grab yang ada di wilayah Pandaan ini ada berapa, tetapi dengan dia memegang data akun Grab saya, nomor mobil dan nama pastinya pelaku akan melakukan trik lain, karena bisa saja dia jengkel dan dendam karena kegagalannya yang 'receh', karena Mitra usia 2 bulan ternyata gagal dia tipu.
Semoga tidak ada lagi yang kena tipu dan kalaupun kena tipu bisa selalu waspada dan cerdas dari segala bentuk peretasan akun. Sampai jumpa dipostingan lainnya lagi, masih dijurnal Grab. -cpr
#onedayonepost
#jurnalgrab
#grab
#serbaserbi
#umum
#penipuan
#penipugagal














Leave a Comment