Mengejar Promo Seller Tak Masuk Akal Berujung Pembatalan
Belakangan saya memang aktif sekali menggunakan aplikasi Shopee, karena saya juga aktif memanfaatkan program Shopee Affiliate, saya juga sekalian berburu promo dan share promo itu ke akun sosial media saya.
Sering saya lihat teman saya yang bisa dapat produk bagus dengan harga sangat murah, dan barangnya berhasil dikirim dan diterima, kemudian dia review, itung² itu produk sampel berbayar dengan harga sangat murah. Produk itu dijamin pasti dibuat review untuk diposting di Shopee Affiliate. Kepincut itu makanya saya coba cari deh di etalase² Shopee.
Ada beberapa produk yang saya langsung check out karena harganya murah pake banget, gak gratis tapi tetep ada uang yang dikeluarkan untuk beli, entah itu untuk ongkos kirim atau biaya penanganan.
Bisa dilihat di-SS yang saya ambil dari akun Shopee saya, yang mengalami pembatalan. Ada produk kopi sachet yang sampe 2x dibatalkan, untuk promo hari berbeda padahal. Kemudian promo kopi bubuk kiloan juga dibatalkan.
Jika melihat ke belakang transaksi yang pernah saya lakukan, soal pembatalan itu sering terjadi juga, tapi itu karena suatu hal yang normal. Saya beli juga dengan harga normal, entah barangnya pas habis atau kosong atau lain hal makanya dibatalkan.
Tapi kalau melihat case produk² yang saya share di atas tadi, itu kayanya si seller hanya ingin mencari traffic transaksi saja, tapi tidak sampai until direalisasikan, entah apa yang jadi targetnya.
Mereka membuat harga murah yang cenderung gak masuk akal, lalu menjaring banyak calon konsumen untuk melakukan check out dan bertransaksi, namun pas saat pengiriman tidak jadi dilakukan.
Pertanyaannya, apakah ini tidak pengaruh ke rating si sellernya ya?
Coba kota bahas yang awal ini, soal produk kopi bubuk, di sana tertulisnya: Kopi Bubuk Arabika Gunung Halu original 1 kg. Ketika itu saya order produk itu dijual dengan harga Rp 35.000,- didiskon menjadi Rp 20,- saja.
Bayangkan diskon 99,94% untuk produk tersebut. Siapa yang gak tergiur. Saya sampai menshare produk etalase ini ke teman² saya dan mereka akhirnya ya check out untuk membeli dan membayarnya.
Dari sini kalau dia (baca: seller) hanya menjual ke 1-2 orang itu okelah, tapi kalau yang beli itu membludak karena tergiur murah, berapa besar biaya promosi yang harus dikeluarkan. Pastinya buat seller bukannya untung malah buntung. Tapi saya tidak tahu alasan kenapa seller merubah harga menjadi semurah itu. Tapi sudah, itu cra seller dan strategi seller.
Lalu untuk produk lain dari SS tadi, ada kopi kapal api yang dijual murah juga, itu saya transaksi didua waktu berbeda, itu pun akhirnya dibatalkan juga. Konsepnya hampir sama, terlalu murah dan akhirnya bisa saja membuat tekor seller. Pertanyaan ya tetap sama, kenapa dia melakukan itu kalau ujungnya dibatalkan juga transaksinya. Tidak ada yang dirugikan memang dengan pembatalan itu, kecuali jika si seller dapat penilaian negatif dari Shopee karena tidak menyelesaikan transaksi.
Tapi begini sih, soal promo murah hingga gratis ini ada juga saya yang berhasil atau sukses hingga barang diterima. Produknya ya bibit buah, ada dua yang diketahui berhasil.
Saya tampilkan SS nya di atas. Busa dilihat kan berapa rupiah yang saya bayar, Rp 0,- dan barang itu berhasil dikirimkan kepada saya. Artinya transaksi sukses.
Lha koq bisa, sedangkan yang tadi di atas gagal?
Karena begini, itu karena harga barangnya itu sendiri. Bibit pockhoi dan labu butternut itu harganya cuma², bahkan gak berharga mungkin ya. Dari pengalaman saya memanen buah labu butternut, bijinya itu hasil semai bisa dapat banyak sekali. Jika itu biji dijual dengan harga tertentu, itu sudah untung. Jika pun digratiskan atau diberikan cuma-cuma, seller pun tidak akan merasa rugi. Hal yang sama terjadi pada pockhoi, serupa juga polanya.
Sedangkan untuk produk² yang tadi saya bahas di awal, itu ada harga modalnya, jika dia menjual jauh dibawah harga modal, yang ada adalah tekor alias boncos.
Lagian juga bibit labu butternut dan bibit pokchoi yang saya terima tidak dikemas seperti produk bibit yang dijual di Superindo, dikemas dengan kemasan eye catching, tidak sama sekali. Justru cuma dibungkus seadanya, dimana bibit pokchoi karena ukurannya kecil² dibungkus plastik klip kecil dan bibit labu butternut malah hanya dibungkus kertas amplop. Artinya memang tidak ada biaya untuk itu, alhasil seller bisa 'beramal' sodakoh. Syukur² pembelinya bisa mereview apa yang didapat dan bisa jadi ladang promosi untuk tokonya.
Itu dia analisa saya. Kesimpulannya, jika ada produk yang dijual dengan harga tidak masuk akal, harga yang dibawah harga modalnya, bisa saja kalian iseng² berhadiah mencoba bertransaksi, tapi jangan pernah berharap barang yang kamu pesan itu datang, 80% adalah pembatalan, 20% kemungkinan jika transaksi sukses tandanya kamu beruntung dan sampaikan terima kasih pada seller yang telah memilih anda mendapatkan barangnya dengan harga sangat murah.
Apabila ada produk yang harganya itu tidak 'berharga', seperti contohnya bibit tadi yang saya contohkan, jika kamu order dan bertransaksi, kemungkinan berhasilnya tinggi, bisa 90% berhasil transaksinya. Saya masih beri 10% untuk kegagalan, bisa saja karena stoknya habis atau kendala di ongkir yang ditanggung tidak worth it bagi seller.
Tidak ada salahnya mencoba transaksi di etalase Shopee yang menawarkan produk dengan harga murah banget, dicoba saja siapa tahu kamu beruntung. -cpr
#onedayonepost
#opini
#serbaserbi
#shop
#review






Leave a Comment