Madu "Madurasa Murni" & "Madurasa Original"

Awal Oktober saya buka dengan sakit. Sayang sekali ya. Entahlah, padahal saya tiba di Pandaan sejak pertengahan September, selama dua minggu saya tinggal bareng teman di kosan, tapi selama itu saya baik-baik saja, alias tidak sakit.

Eh setelah saya dapat kamar, baru menempati satu dua hari, saya malah sakit. Suara saya hilang dan saya batuk-batuk. Bangun dipagi hari, saya terbangun dengan suara paraw, serak, bahkan hilang.

Semingguan saya tidak mengobati, hanya berharap dari asupan makanan. Tapi tidak memberikan kesehatan berarti. Baru masuk keminggu kedua, setelah frustasi tidak lekas sembuh, saya coba beli madu. Saya masih percaya madu adalah bahan makanan alami yang baik buat kesehatan dan daya tahan tubuh. Hanya saja cari madu asli tidaklah mudah. Banyak madu yang dijual dalam kemasan, tapi aslikah madu itu? Entahlah.

Di supermarket saya banyak menemukan madu dalam kemasan, baik yang botol maupun yang sachet. Saya memilih produk madu tersebut dan menjatuhkan pilihan pada Madurasa, pabrikan dari PT Madurasa Unggulan Nusantara.


Pabriknya berada di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Merupakan pelopor pertama di Indonesia, menjual madu dalam kemasan yang diluncurkan tahun 1984. Merk ini punya beberapa produk, diantaranya Madurasa Murni, Madurasa Premium (mengandung Royal Jelly & Bee Pollen), Madurasa Original, Madurasa Jeruk Nipis. Semua produknya ini sudah bersertifikasi halal. Tak hanya itu, Madurasa juga sudah mengantongi ISO 9001:2015 dan ISO 22000:2005.



Saya memilih yang kemasan botol 150 gram. Kemasan botol dari Madurasa ini oke karena tutup botolnya itu ada lapisan karet vacumnya, sehingga ketika madu ini dituang atau ditekan dari botolnya, saat tekanannya sudah berhenti, maka cairan madu berhenti keluar, sehingga lebih aman dari tumpah. Sebenarnya merk madu lain juga serupa model tutup botolnya, tapi harga Madurasa lebih ekonomis buat saya ketika saya membandingkannya saat pertama kali beli ini.

Ada satu, kemasan Madurasa yang ternyata tidak menggunakan sistem tutup vacum, jadi ngeplong. Yaitu Madurasa Original Saya tidak tahu alasannya kenapa tidak disamakan, tapi ternyata kalau lihat harga dan komposisinya barulah tahu apa alasannya.

Ini foto tutup Madurasa Murni yang menggunakan seal vacum ditutupnya, ini mengecah madu bocor meluber ketika mau dituang ke sendok atau ke gelas, praktis dan bikin bersih tidak kecret kemana-mana

Ini tutup Madurasa Original, model tutup seperti ini bikin meluber ke pinggir bibir botol, bikin kecret

Oh iya, meski kemasannya nampak aman, tapi tetap berhati-hati ya jika menyimpannya sambil 'ditidurkan', gejala rembes bisa saja terjadi, entah karena tutup kurang kencang atau ada sela-sela kecil sehingga madunya ini meleber rembes. Jadi pastikan disimpan dalam posisi tegak ya.

Mari kita lanjut lagi. Saya coba membandingkan Madurasa Murni dan Madurasa Original. Saya kira pada awalnya Madurasa Original adalah yang original/ asli madu. Tapi ada hal yang buat saya heran kenapa kemasan tutupnya tanpa menggunakan vacum seal. Saat itu saya belum melihat harga, memang ternyata Madurasa Original ini jauh lebih murah dari Madurasa Murni. Lalu apakah yang membedakan, selain soal tutup dan harga? Jadi begini, untuk Madurasa Original ternyata adalah "madu buatan", kata 'original' disini maksudnya madu buatan original dari Madurasa. Komposisinya terdiri dari fruktosa, glukosa, madu (2,305%), air demineral, perisa sintentik madu, pewarna karamel III amonia proses. Sedangkan Madurasa Murni ternyata adalah gabungan dari beberapa jenis madu. Meskipun ya tetap saja walau disebut madu murni tetap saja dikerubungi semut. Komposisi Madurasa murni adalah madu randu, madu hutan dan madu kelengkeng.


Jadi sekarang paham kan, jika mau beli madu kemasan yang dipilih yang mana. Madurasa Murni lebih direkomendasikan bagi penikmat madu kemasan. Jadi pastikan jika mengkonsumsi produk, lihat juga komposisinya. Ini seperti case susu kental manis, disebut susu atau produk buatan menyerupai susu yang isinya hanya gula. #intermesso


Sejak saya konsumsi Madurasa Murni ini, suara paraw saya mulai membaik, batuk-batuknya pun mulai berkurang. Meski tidak langsung menyembuhkan, tapi efeknya ke arah yang positif. Seminggu full saya konsumsi madu ini batuk dan paraw tadi hilang dan jauh lebih baik. It's work!

Hanya saja, meski banyak info memastikan madu asli dan palsu, kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan menentukan asli atau palsu atau campuran. Harga pun terkadang bisa menipu. Kalau mau asli, ya datang sendiri langsung ke petani lebah madu dan lihat sendiri proses pengambilannya langsung dituang ke botol. Agak sulit jaman sekarang ini memastikan kejujuran, karena sudah terlalu banyak dusta diantara kita #intermesso.

Saya pernah temukan, madu lokal dari Kalimantan, katanya itu asli, tapi juga disemutin koq. Nah, madu yang saya konsumsi, Madurasa Murni ini juga disemutin. Hmm, lalu, saya harus percaya yang mana? Contoh ini nyata saya temui baru-baru ini, contoh lain dulunya juga saya pernah jumpai, itu kenapa saya agak pesimis dengan seperti apa madu asli itu.

Satu hal yang pasti, selama madu itu layak konsumsi, bukan oplosan penjual nakal, madu masih memberi manfaat kesehatan. Itu saja sih yang perlu kita pahami.

Btw, soal Madurasa Murni, saat ini masih jadi pilihan saya untuk konsumsi berkala. Harga untuk kemasan 150 gram ini dijual dikisaran Rp 17.000,- sampai Rp 20.000,-. Kalau Madurasa Original harganya Rp 11.800,- per botol, tahu kan beda harganya, ini berkaitan dengan penjelasan saya tadi di atas. Madurasa mudah ditemukan di supermarket atau minimarket. Saya lebih suka kemasan kecil karena lebih mudah dibawa kemana-mana. Jadi, kalau mau cari madu dalam kemasan, Madurasa bisa jadi pilihan. Catatan ini no iklan, hanya berbagi informasi saja, view produk berdasarkan pengalaman mencoba. -cpr-

8 komentar:

  1. Terimakasih infonya kak. Untuk madu disemutin itu wajar kak. Coba baca-baca lagi di internet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moso si wajar? Kata nya madu asli gk disemutin, soalnya madu dari lebah itu karakternya beda dengan gula, yang biasa dicampur jadi madu palsu

      Hapus
    2. Nektar bunga juga tidak sedikit yang dikerubutin semut bang. Nah hasilnya juga alami menghasilkan gula. Justru yang tidak bersemut malah dicurigai bang. Mengandung zat yang gak alami.

      Hapus
    3. Owh ternyata semakin ke sini ada perbedaan ya. Mungkin ini terpengaruh dari asupan pars lebah itu sendiri, karena kandungan gula yang lebih banyak diambil para lebah, makanya semut² jadi tertarik.

      Soalnya kalau kata orang² tua dulu, madu yang baik itu semut gak begitu suka.

      Menambah wawasan lagi nih.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.