Features Post

Review Meja Laptop Transformers Port-able

Akhirnya, setelah unboxing , sekarang waktunya mencoba apa yang sudah diunboxing tadi. Oh iya, seperti dijudul yang saya tulis, yang mau sa...

Jumat, 08 Juni 2018

Gunakanlah Produk Purebaby Untuk Bayi

Hampir tiga tahun saya bermain dengan produk bayi, meski tidak terjun langsung ke tim marketing produk ini, tapi secara tidak langsung saya jadi tahu tentang produk bayi yang jadi brand dimana saya bekerja.

Purebaby adalah brand yang ditawarkan. Selain itu ada juga Purekids dan satu lagi MAM khusus untuk peralatan kebutuhan bayi seperti botol susu bayi, botol minum, tempat makan, sikat botol, sikat gigi dll. Kalau Purebaby dan Purekids merupakan brand lokal Indonesia punya, sedangkan MAM itu principle dari Austria.

Meskipun saya sudah tidak lagi di Purebaby, saya masih menganggap line produk Purebaby merupakan produk terbaik untuk kebutuhan bayi, seperti Liquid Cleancer untuk mencuci perabotan bayi dimana anti SLS, ada juga Purebaby Shampo dan Purebaby Wash untuk mandi, ada pula Purebaby Lotion untuk kulit dan Purebaby Hair Lotion untuk rambut, ada pula semprot untuk penghalus rambut Purekids Hairdetangler, ada pula Purebaby Sunblock, untuk kebutuhan mencuci pakaian bayi ada Purebaby Liquid Laundry, ada juga Purekids Itchy Cream untuk mengatasi gatal pada kulit bayi. Apabila sedang flu, bisa gunakan Purekids Inhalant Decongestant Oil.

Selain itu ada juga produk khusus skincare khusus bayi seperti Purebaby Rash Cream, Purebaby Diaper Cream dan Purebaby Diaper Cream yang diperuntukan untuk perawatan kulit bayi.

Nah kebetulan ada sahabat dan sekaligus brother dan sister saya yang baru mendapatkan karunia anak pertama beberapa waktu yang lalu. Kebetulan dulu bro @waluyoadikiswanto pernah juga bekerja di Purebaby, jadi dia cukup memahami produk bayi satu ini.


Oleh karena itu, dalam rangka menjenguk si kecil, saya bawakan oleh-oleh produk Purebaby dan Purekids. Ya tidak semua line up produk yang saya bawa. Saya hanya bawa ini beberapa seperti:
- Purebaby Liquid Laundry kemasan refill poch 450ml
- Purebaby Liquid Cleanser kemasan refill poch 700ml
- Purebaby Fruity Shampo 450ml
- Purebaby Liquid Soap 80ml (tester)
- Purebaby Lotion 80ml
- Purebaby Hair Lotion 80ml
- Purekids ITCHY Cream 10gr


Ya cukuplah untuk trial, ngrasain produk bayi kualitas premium. Jadi, mulai sekarang, serahkan kebutuhan bayi anda pada Purebaby, Purekids dan MAM.

Sayang saya tidak bawakan produk MAM di sini, tapi setidaknya ini cukup mengobati rindu pada Purebaby, terutama untuk my brother @waluyoadikiswanto. Semoga bermanfaat ya. Untuk lebih lanjut tentang produk Purebaby, Purekids dan MAM bisa visit ke sini.

Sekian dulu deh, preview untuk produk kebutuhan bayi premiun jaman now and jaman old, produk bayi ya Purebaby, Purekids dan MAM saja yak.cpr.

Selasa, 01 Mei 2018

Review Headphone Gaming Rexus Vonix RX-995

Beruntung saya bisa jajal headphone merk lain yang dijual digerai resmi. Sebelumnya, ketika saya belum memutuskan membeli unit headphone, saya sempat hunting ke beberapa tempat untuk memilih headphone yang cocok untuk saya bawa komuter harian.

Sempat saya mampir lihat-lihat headphone gaming satu ini, yaitu Rexus Vonix RX-995. Saya sempat membolak-balikan unit headphone ini, nampaknya si oke. Tapi, timbang menimbang, headphone ini nampaknya lebih cocok untuk stay headphone, alias kurang cocok dibawa mobilitas. Karena, saya lihat kabelnya yang panjang dan kabel aux 3,5 mm tipenya double, microphone dan speaker dipisah. Unit seperti ini memang hanya cocok untuk diunit PC atau laptop. Memang benar sih, karena peruntukannya untuk headphone gaming.


Saya belum sempat mencoba kualitas suaranya sih, ya karena saat itu hasil timbang-menimbang saya tidak memilihnya, jadi saya tidak bisa jajal.

Beruntung, kemarin ini kantor membuntuhkan unit headphone untuk keperluan video conference meeting. Saya yang didapuk dibagian pembelian, akhirnya membeli unit ini, karena harganya yang relatif murah dan bentuknya sedang, tidak terlalu besar dan kecil.


Headphone ini tipenya on ear dan with wire. Berbeda dengan headphone gaming Rexus lain yang off ear dan terkesan besar. Model ini saya rasa cukuplah jika dipakai di office, tidak terlalu kaku juga.

Ketika saya unboxing Rexus Vonix RX-995 yang berwarna kuning, saya hanya temukan satu unit headphone berikut wire 1,5 meter dan kartu garansi.

Untuk suara komentar saya sih biasa aja seperti headphone lainnya. Tidak ada yang istimewa, untuk bass dan treeble juga biasa aja. Berhubung penggunaannya hanya kebutuhan office, tidak terlalu penting soal kualitas multimedia terbaik, toh hanya dipakai sesekali.

Saya tidak bisa banyak berikan testimoni, karena unit harus saya serahkan ke bagian yang membutuhkan jadi saya tidak bisa gunakan lebih lama. Jadi, saya cukupkan review dari saya tentang headphone ini. Kalau ditanya rekomended apa tidak, bisa sih, tapi buat saya bukan selera menggunakannya. Sampai jumpa dicatatan saya lainnya.cpr.

Sabtu, 10 Maret 2018

Review Headphone Bits Sport Beat BT-008

Belakangan ini saya lebih sering melakukan perjalanan komuter dari satu tempat ke tempat lain dengan angkutan umum. Terkadang, sering terasa BT, kalau tidak melamun, berhayal ya tidur. Namun tau sendiri, transportasi di Jakarta itu jarang sekali sepi, jadi sulit dapat tempat duduk, yang akhirnya mengharuskan untuk berdiri, jadi tidak bisa tidur deh.

Liat komuter-komuter lain kebanyakan asyik sibuk dengan gadget masing-masing, sambil mendengarkan musik atau bertelepon ria dengan headset wireless dan by wire. Nah, saya jadi kepikiran, kenapa saya tidak seperti mereka, menikmati perjalanan juga.

Akhirnya, iseng deh searcing headphone yang cocok sesuai selera, karena kalau headset sudah antimainstream, pakai headphone sepertinya nyaman, setidaknya bisa mereduce suara bising di luar.

Pengennya headphone wireless, tapi masih bingung pilih yang mana. Akhirnya untuk permulaan, saya coba headphone kelas bawah saja dulu. Patokannya saya adalah harga, karena ada harga ada rupa. Karena banyak sekali headphone dan headset yang KW alias tiruan dari model aslinya, jadi sempat bikin bingung.

Tapi lama-lama, keseringan search harga akhirnya saya memahami kalau ada headphone atau headset bermerk dijual dengan harga murah banget, kemungkinan itu KW, karena yang ORI harganya jauh lebih mahal. Tapi kita juga harus hati-hati, karena membedakan asli dan palsu itu tidak bisa hanya dari gambar, perlu dicoba dan lihat langsung.

Patokannya, jika beli dengan harga mahal, tapi kualitas standar, wajib hati-hati. Karena saya masih yakin prinsip ada harga ada rupa. Ingat itu ya, wajib jadi pembeli cerdas.

- * -

Akhirnya pilihan saya jatuhkan ke Headphone Bits Sport Beat BT-008, dengan harga yang relatif murah hanya Rp 80.750,- after diskon. Saya belum tahu merk ini asli atau tiruan? Hmm, sebenarnya banyak sih headphone dengan harga murah lainnya. Headphone ini dibuat di China. Alasan saya pilih unit ini karena saya pikir ukurannya besar dan warnanya kebetulan merah, cocok dengan selera.




Ternyata setelah saya pakai, ukurannya tidak besar dan tidak juga kecil. Kalau untuk orang bertelinga kecil mungkin pas ya. Saya sendiri, telinganya agak besar, jadi kaya kurang pas. Ukurannya itu mirip seperti headphone JBL T450-BT.

Ilustrasi JBL T450-BT

Headphone ini relatif ringan, untuk materialnya berbahan plastik. Bagian speaker kiri-kanan bisa disesuaikan mengikuti besar kecilnya kepala si pemakai. Kualitas busanya oke, lem-lemannya sepertinya kuat dan pressisi.

Headrest bagian atas sejauh ini nyaman sih. Tulangannya berbahan plastik dilapis busa, bagian atas berwarna hitam dan bawahnya berwarna merah. Untuk busa dibagian telinga cukup empuk, namun tidak nyaman jika dipakai lama-lama, telinga jadi pegal.


Headphone ini menggunakan kabel ya. Jangan terkecoh dengan tulisan di kemasan yang tertulis "wireless headset", kemudian di bagian tengah tertulis "bluetooth". Headphone ini sama sekali tidak ada fitur wireless. Seperti yang saya katakan sebelumnya, jangan berharap lebih dengan harga yang ditawarkan.

Headphone ini punya kabel aux jack 3,5 mm yang dilapis kulit kabel berbahan kain "tali sepatu". Cukup nyaman, sehingga meminimalisir bundet dibandingkan jika tidak tidak dilapis dengan bahan ini. Panjangnya juga cukup pas, kurang lebih ya 90 centimeter. Di bagian tengah agak ke atas, ada speaker phone dan tombol on/off panggilan. Tombol ini juga berfungsi sebagai play/pause.

Untuk kualitas suaranya menurut saya standar. Untuk bass -nya ya standar aja sih, tetap berasa ada bass-bass -nya gitu. Treble -nya ya menyesuaikan, tidak begitu nyaring sih. Kalau untuk dipakai di suasana ramai, hiruk-pikuk berisik masih oke sih, meski masih tetap terdengar suara berisik di luar.


Kesimpulannya, untuk kelebihan ya soal harganya yang murah, ringan dan kabel aux -nya pas dan tidak mudah bundet/ ruwet. Kekurangannya, tidak terasa nyaman jika dipakai berlama-lama, lebih cocok untuk dipakai orang dengan telinga standar (kecil - sedang), material terlihat biasa, kesan plastiknya kentara banget. Sekali lagi, ada harga ada rupa. Jadi, headphone ini cocok buat yang pengen punya headphone dengan harga murah meriah.

Sekian dulu testimoni saya seputar headphone ini. Semoga headphone ini bisa menemani saya berkomuter di Jakarta. Lain kali saya bandingkan dengan headphone lain dengan kelas lebih tinggi lagi.bye-bye, cao.cpr.