Kamis, 01 Februari 2018

Review Ozone 725 Tas Laptop Komuter

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya paket kiriman tiba. Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, kali ini saya pengen review tas laptop kompak satu ini.


Cukup sulit juga memilih tas ransel untuk membawa laptop 14 inchi kemana-mana. Beberapa catatan saya adalah harus simple, kompak, elegan, kuat dan bisa dua cara pakai, sebagai ransel dan slempang. Selera saya cukup sulit, ingin barang bagus tapi dengan harga murah.



Akhirnya dari beberapa pilihan, pilihan jatuh pada satu model, Ozone. Setidaknya begitu sih yang tertulis dilaman penjual. Modelnya seperti tas laptop pada umumnya, bisa menampung laptop 14 inchi. Bentuknya kotak, tipis, maklum hanya tersedia dua kompartemen, untuk menempatkan laptop dan satu lagi kompartemen untuk alat tulis, gadget, id card atau lainnya yang tidak berukuran tebal.


Entah tas yang saya pilih ini adalah produk asli atau KW, yang jelas saya masih percaya ada harga ada rupa. Namun, toko online terkadang merubah prinsip tersebut, beberapa penawaran dengan harga bervariatif untuk barang yang sama sempat membuat saya bingung. Ada satu hal dal prinsip belanja online, siapkan mental, dan jangan berharap lebih. Kecewa itu sudah pasti, jika kepuasan itu rejekimu.

Kembali ke catatan. Tas ini saya peroleh dengan harga 119K, di Shopee. Nanti saya sajikan link nya di bawah catatan ini. Sebenarnya ada beberapa penawaran di sana dan juga di marketplace lain seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Berikut ini spesifikasi Ozone 725 yang saya peroleh dari diskripsi produk oleh penjual:
- bahan 300d + 1682d
- dimensi 40 x 30 x 8 cm
- tersedia dua kompartemen
- bisa ransel dan slempang
- warna hitam


Kompartemen utama untuk tas ini sangat pas sekali untuk laptop ukuran 14 inchi yang jadi inventaris saya. Ada empat jepitan dari karet di empat sudut. Kalau untuk memuat laptop dengan tambahan softcase sepertinya akan sangat ngepres sekali, tapi masih oke lah. Untuk menempatkan laptop Zyrex 232 Plus dengan ketebalan 15 mm masih menyisakan space jika kita mau simpan buku, ya seukuran buku novel atau buku tulis masih oke. Itu berarti masih ada sisa 65 mm untuk penyimpanan. Kalau saya coba membawa Asus X441S dengan ketebalan 27,6 mm masih menyisakan 52,4 mm. Tetap masih menyisakan space untuk menyimpan dokumen kan pastinya.



Kemudian, untuk kenyamanan di punggung atau ketika dibawa slempang itu memang tergantung dari banyak atau beban total isi tas. Berdasarkan pengalaman membawa Zyrex yang bobotnya hanya 1,38 kg cukup nyaman, ringan dan bisa dibawa lari. Kemudian saya ganti dengan Asus yang bobotnya 1,9 kg pun masih oke, jadi kesimpulannya untuk membawa beban laptop 14 inchi pada umumnya tas ini cukup nyaman. Untuk  saya, penggunaan ini hanya untuk membawa laptop, charger, mouse, alat tulis, smartphone, charger, id card dan buku catatan. Sekiranya cukup 2 kg untuk mobilitas komuter di Jakarta yang cukup padat jika harus menggunakan angkutan umum.


Hanya saja jika memakai tas, hanya dicangklongkan satu sisi, misalkan lagi memindahkan tas ke bagian depan, saat lagi naik KRL, punggu terasa cepat pegal. Tapi kalau dicangklongkan dua sisi, tidak begitu capek.

Oh iya, dalam paket penjualan tidak disertakan cover bag, jadi mau tidak mau harus cari sendiri. Ada bagusnya bisa memastikan sendiri cover bag yang cocok, soalnya kebanyakan cover bag maksimal jika lapisan lilinnya masih baik, jika sudah luntur karena pemakaian tetap juga rembes. Jadi pastikan cover bag terbuat dari bahan yang benar-benar anti air.

Kesimpulannya, Ozone 725 punya kelebihan dimensinya yang slim untuk tas laptop sekelasnya, cocok untuk pengguna yang simpel seperti saya. Tersedia dua mode ransel dan slempang, mudah disesuaikan tergantung selera. Cocok untuk user dengan badan mungil, atau minimal seperti saya yang "slim". Kekurangan hanya mampu menyimpan sedikit barang bawaan karena dimensinya yang terbatas, tidak cocok digunakan oleh user dengan postur big size. Hanya cocok untuk membawa laptop 14 inchi masa kini, laptop masa lalu yang tebal-tebal sepertinya kurang pas. Bahan busa bagian luar tempat disematkan logo Ozone mudah kotor, karakter busa senang menyimpan debu.

Sepertinya hanya itu yang bisa saya bagikan setelah beberapa saat menggunakan Ozone 725, tas laptop untuk blogger komuter seperti saya. Yups, alasan saya pilih tas ini agar laptop bisa saya bawa kemana saja tanpa saya kesulitan bergerak di tengah hiruk pikuk manusia dalam angkutan umum.

Sampai jumpa dicatatan lainnya, review tentang barang lain yang saya temukan atau gunakan, saya pakai atau saya pinjam atau bahkan saya makan.cpr

Sabtu, 13 Januari 2018

Genius NX-7015 - Tetikus Review

Yups, ini dia teman baru saya, Genius NX-7015, menggantikan tetikus lama saya, Logitech yang delapan bulan lalu saya purna tugaskan dari menemani aktivitas blogging saya sehari-hari.

Saya tidak begitu memahami dalam memilih tetikus yang baik, saya memilih hanya atas dasar model yang easy use, warna dan merk dijadikan pegangan keawetannya saja. Tetikus model slim sepertinya oke, tapi sepertinya saya kurang cocok menggunakanya, saya nampaknya lebih nyaman dengan tetikus dengan "punuk" agak tinggi.

Genius NX-7015 dengan warna punggung keemasan dengan kombinasi body bawah berwarna hitam menurut saya elegan, jadi saya pilih warna itu. Alasan lain, adalah soal harga, harganya relatif lebih murah dibandingkan merk dan model lain, ya masih rata-rata lah.


Di kemasan Genius NX-7015 ini nampak beberapa informasi:
- compatible with Windows 10, 8.1, 8, 7 or later, support to Mac OS X, 7, 4
- blue eye optical sensor
- either hand
- bluetoth 2,4GHz
- up to 1600dpi
- include battery

Hanya itu saja informasi seputar spesifikasi unit tetikus Genius ini.

Design-nya sih ya standar seperti tetikus nirkabel lain, hanya karena perpaduan warna gold and black, jadi terkesan elegan menurut saya. Kemudian, untuk switch on off nya menurut saya mudah diakses. Maklum, ada yang tuas switch-nya yang agak susah diakses. Yang menurut saya kurang yakin itu slot untuk menyimpan usb receiver-nya, akankah aman tidak merosot jatuh ya kalau tetikusnya dibawa kemana-mana? Hmm, mudah-mudahan sih tidak, tapi kalau tidak yakin, ya berikan saja selotip bening biar meyakinkan.


Tombol klik kiri dan kanannya cukup pas ketika digunakan, "klik-klik-klik". Namun ada lag sedikit, ya seperti delay gitu. Awalnya saya pikir karena pengaruh laptop yang saya gunakan, tapi ternyata ketika pakai laptop lain dengan merk berbeda sesekali gejalanya sama. Tapi memang tetikus ini punya fitur ketika tidak dipakai beberapa detik, sensitifitasnya berkurang, jika kita klik baru kembali sensitif. Cara untuk mengirit penggunaan baterai.

Scrol-nya cukup nyaman, ada bahan karet di bagian tengah, list kiri-kanan scrol-nya berbahan plastik berawarna chrome/ menyerupai 'besi'. Scrolnya cukup smoth sih, ya standar tetikus. Yang pasti lebih baik ini dibandingkan tetikus yang saya gunakan di kantor. Hmm, bisa jadi, ini tetikus bakal saya bawa-bawa ke kantor lagi, karena tetikus yang di kantor udah agak eror.

Sepertinya hanya itu saja yang bisa saya infoin tentang tetikus baru, yang akan menemani aktivitas saya dalam blogging dan working. Ya semoga awet seperti 'kakak tiri' nya. Lebih jelasnya, biarlah dokumentasi berbicara, kurang lebihnya seperti itu. Mungkin ada komentar lain tentang tetikus satu ini, bisa info dikomentar di bawah. Oh iya, untuk harga, ini saya beli di toko fisik, jadi menurut saya mahal untuk harga tetikus standar ini 119K. Untuk harga online itu dikisaran 95-100K, hmm ya tidak jauh beda lah, kesempatan berhemat rata-rata 29K, masih masuk akal lah. Sekian.cpr.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Sandal Gunung

Iseng beberapa kali melintas di jalan ini, saya sering lihat penjual yang menjajakan sandal gunung berwarna-warni. Iseng sih, pengen liat, tapi karena jalanan ini selalu padat, jadi tidak ada kesempatan berhenti. Eh, baru kemarin akhirnya sempat untuk berhenti.


Saya coba, dan pilih satu pasang yang berwarna merah. Oke sih dari jauh, saya kira tiruan dari merk tertentu, alias KW nya. Tapi ternyata, sandal gunung ini punya merk nya sendiri, Atheena Adventura. Boleh juga sih.

Model juga oke, kelihatannya kuat. Akhirnya saya putuskan ambil sepasang, berwarna merah dengan ukuran 43.


Untuk solnya terbuat dari bahan karet, cukup tebal, ada dua lapis, lapis sol bagian bawah dan sol yang bersentuhan dengan kaki. Strip bagian depan ada 3, untuk mengikat punggung kaki. Paling depan dekat dengan jari-jari, lanjut ke atas sedikit di punggung kaki, naik lagi di bagian pergelangan dan ikatan kaki bagian ke belakang. Swivel antar ikatan yang berbahan kain kanvas ini ada yang dari besi di bagian depan. Untuk bagian tengah dan belakang menggunakan swivel berbahan plastik.

Sebelumnya saya memang belum pernah coba pakai sandal gunung ala-ala anak gunung. Jadi saya tidak punya pembanding. Tapi semoga saja, Atheena Adventura ini kuat. Hanya waktu yang membuktikan. Kalau sekiranya memang tahan banting, pengen juga koleksi warna lainnya, untuk ngikutin dresscoat.cpr

Contact for this item:
Twiter: @atheenasandals
FB: atheenaadventure
Email: info.atheena@gmail.com
Web: http://atheenasandals.com