Sabtu, 05 Agustus 2017

Sandal Gunung

Iseng beberapa kali melintas di jalan ini, saya sering lihat penjual yang menjajakan sandal gunung berwarna-warni. Iseng sih, pengen liat, tapi karena jalanan ini selalu padat, jadi tidak ada kesempatan berhenti. Eh, baru kemarin akhirnya sempat untuk berhenti.


Saya coba, dan pilih satu pasang yang berwarna merah. Oke sih dari jauh, saya kira tiruan dari merk tertentu, alias KW nya. Tapi ternyata, sandal gunung ini punya merk nya sendiri, Atheena Adventura. Boleh juga sih.

Model juga oke, kelihatannya kuat. Akhirnya saya putuskan ambil sepasang, berwarna merah dengan ukuran 43.


Untuk solnya terbuat dari bahan karet, cukup tebal, ada dua lapis, lapis sol bagian bawah dan sol yang bersentuhan dengan kaki. Strip bagian depan ada 3, untuk mengikat punggung kaki. Paling depan dekat dengan jari-jari, lanjut ke atas sedikit di punggung kaki, naik lagi di bagian pergelangan dan ikatan kaki bagian ke belakang. Swivel antar ikatan yang berbahan kain kanvas ini ada yang dari besi di bagian depan. Untuk bagian tengah dan belakang menggunakan swivel berbahan plastik.

Sebelumnya saya memang belum pernah coba pakai sandal gunung ala-ala anak gunung. Jadi saya tidak punya pembanding. Tapi semoga saja, Atheena Adventura ini kuat. Hanya waktu yang membuktikan. Kalau sekiranya memang tahan banting, pengen juga koleksi warna lainnya, untuk ngikutin dresscoat.cpr

Contact for this item:
Twiter: @atheenasandals
FB: atheenaadventure
Email: info.atheena@gmail.com
Web: http://atheenasandals.com

Minggu, 02 Juli 2017

Xiaomi Mi Band 2

Wearable satu ini jadi pilihan saya untuk menemani aktivitas sehar-hari. Perangkat ini tidak saja sebagai pengganti jam, namun bisa merekam beberapa aktivitas fisik seperti rekam kualitas tidur malam, langkah harian, kalori yang dihabiskan untuk setiap aktivitas, pemantau denyut nadi, serta fitur pemantau aktivitas (tersedia berbagai mode aktivitas umum). Notifikasi ketika ada telepon atau SMS atau chat  masuk ke smartphone kita (dengan catatan koneksi bluetooth aktif). Kelebihan lainnya adalah unit wearable yang saya miliki tahan air serta konsumsi baterainya yang relatif irit (sekali charge bisa tahan kurang lebih dua minggu lebih sedikit).

Fitur yang menurut saya cukup untuk sebuah wearable dengan harga yang relatif ekonomis. Wearable besutan Xiaomi ini merupakan versi kedua dari yang pertama diproduksi, tampilan digitalnya membuat perangkat ini lebih modern dari pendahulunya.

Mi Band 2 yang saya pakai sekarang merupakan unit kedua yang saya punya, karena unit pertamanya hilang, entah jatuh dimana, karena karena karet band dari unit sebelumnya getas, karena saya pakai bukan yang ORI. Meskipun menggunakan strap yang ORI, lebih baik ketika mandi, jangan menggunakan Mi Band, meskipun Mi Band ini tahan air, tapi strap karet ini punya ketahanan tertentu jika sering terkena air.

Berikut beberapa fitur dari Mi Band 2 yang saya screenshoot dari aplikasi bawaanya Xiaomi. Penggunaan Mi Band 2 ini perlu didukung perangkat lunak yang terinstal dismartphone kita, Mi Fit adalah nama aplikasinya. Jikapun tidak, Mi Band tetap dapat bekerja sebagaimana mestinya, hanya saja untuk memantau semuanga dari unit Mi Band akan ada keterbatasan, karena LCD Mi Band yang terbatas (kecil).

Tampilan Mi Fit

Monitor berapa langkah yang sudah ditempuh, akumulasi jarak tempuh, serta kalori yang terbakar. Semuanya terangkum ditampilan ini, berikut jam berapa kita beraktivitas

Monitoring kualitas tidur kita, kapan saat tidur nyenyak atau sekedar tidur. Terekam dalam harian, mingguan, bulanan.

Monitoring denyut jantung.

Monitoring beberapa aktivitas khusus

Unit pertama yang saya miliki saya lego dengan Rp 499.000,00 dan untuk unit kedua saya memperolehnya dengan harga Rp 299.000,00. Keduanya saya peroleh melalui marketplace (Tokopedia dan Akulaku). Untuk unit resminya, kita tidak bisa mendapatkannya melalui dealer resmi Xiaomi, karena Xiaomi sepertinya memutuskan untuk tidak membawanya melalui jalur resmi. Xiaomi membawa unit resmi Mi Band generasi pertama, yang dapat kita peroleh di distributor resmi Erajaya / Trikomsel. Tapi untuk Mi Band 2, sampai saat ini saya belum menemukannya di distributor resmi, setidaknya seperti itu yang saya tahu sampai saya posting catatan ini.

[Sumber: Google]

Berikut ini spesifikasi standar dari unit Mi Band yang saya miliki:
Dimensi 15,7 mm x 10,5 mm x 40,33 mm (Black)
Baterai Lithium polymer 70 mAh, daya tahan 20 hari
Berat 7 gram
Fitur: Water Resistant IP67, layar OLED 0,42” (layarnya dilapisi pelindung scratch resistant dan anti-fingerprint), konektivitas bluetooth 4.0, ADI ultra-low power acceleration sensors & photoelectricn sensors
Paket penjualan unit ini hanya terdapat unit Mi Band 2, straping standar black, buku panduan, connector charger, pelindung layar plastik (tapi tidak berguna banyak, karena mudah lepas).

So, buat yang membutuhkan wearable untuk aktivitas olahraga atau sehari-hari, Mi Band 2 bisa jadi pilihan. Mengingat harga yang relatif murah dibandingkan merk lain yang punya fitur serupa. Selamat mencoba.cpr

Sabtu, 17 Desember 2016

Action CAM: Brica B-PRO 5 AE Mark II

Kali ini saya mau sharing koleksi gadget terbaru saya, hasil hunting BL. Beberapa hari lalu saya sukses order satu unit action cam (kamera aksi). Brica B Pro 5 AE Mark II yang jadi pilihan, mengalahkan merk lain dari G-Pro, Xiaomi, Kogan, Bcare, SJCAM dlll. Meskipun sebelumnya sempat dibuat bingung untuk pilih yang mana. Untuk membantu menentukan pilihan saya searchingmbah google”, meski tidak ada saran untuk merk tertentu, setidaknya saya bisa menimbang dari spesifikasi unit target. Kemudian, beberapa review dari channel youtube juga bantu saya menentukan.

Hal lainnya yang membantu menentukan adalah budget dan “sparing spec” (membandingkan harga dengan kualitas). Meski ada pepatah ada harga ada rupa, namun untuk jaman sekarang, pepatah itu bisa sedikit dikesampingkan, karena ada juga yang murah tapi tidak murahan asalkan kita jeli aja sih. Akhirnya menimbang dan memutuskan, Brica jadi pilihan. Brica pun ada dua tipe yang B Pro AE dan Mark II. Pembeda adalah 4K. Maksud hati inginnya lego G-Pro 4K atau Yi Cam II 4K tapi harganya mahal, untungnya Brica mampu memberikan harga bersaing dengan kualitas serupa.

Di sini saya belum akan menyajikan review hasil foto atau video untuk produk ini. Saya hanya share aja secara umum produk ini, dan bagaimana saya memboyong unit ini.

Setelah yakin target unit yang mau dibeli, saya cari promo yang dijual di marketplace langganan saya, BL. Nah di BL ada promo sekitar 1,3 juta bisa dapat beberapa bonus seperti tongsis, camera bag, mmc 16Gb class 10, baterai cadangan 880 mAH (SJCAM). Di BL ada beberapa pelapak menawarkan unit dengan variasi harga dan bonus. Untungnya lagi BL menyediakan fitur “NEGO”, ya lumayan memangkas budget yang harus saya bayar. Oh iya, hal lain yang bisa dipertimbangkan adalah kurir, kalau bisa sih pakai kurir yang ready and fast. Kebetulan saya di Jakarta, Go Send jadi solusi. Kebetulan pelapak yang menjual unit yang jadi target saya menyediakan kurir Go Send. Deal, oke, dan transfer dilakukan sekitar 18:00, proses oleh pelapak, keesokan harinya unit sudah sampai, cepat bukan? Pastinya, jika dibandingkan dengan kurir “mainstream”.

Setelah unit datang, dengan packaging kokoh, dengan kardus yang relatif besar diluar bayangan saya. Untuk unit kamera aksinya sih kotak persegi panjang, yang membuat packaging besar adalah bonus cam bag dan tongsisnya. Plastik wrap “pletak-pletok” jadi pembungkus. Setelah saya buka, unit yang dikirim sesuai pesanan. Lebih jelasnya bisa dilihat di foto terlampir.

Selain bonus, unit Brica B Pro AE Mark II menyediakan beberapa kelengkapannya selain unit kamera aksi beserta housing-nya. Apa saja yang ada di dalam kotak Brica? Brica menyediakan set brakets untuk berbagai keperluan seperti untuk bersepeda, hiking dll. Semua braket itu pun saya tidak begitu paham menggunakannya. Tapi setidaknya ketika nanti saya butuhkan sudah tersedia. Kemudian set charger unit beserta kabel USB, kartu garasi dan buku petunjuk, plus stiker Brica. Packaging Brica sendiri menurut saya rapih, dan menarik jika buat display, karena kesemuanya itu masuk di dalam kotak Brica.

Setelah semua itu saya cek, saya cek unit Brica B Pro AE Mark II. Unit kondisi baik, dan sesuai pesanan, ada logo “4K” di bodi unit dan “WIFI” di bagian depan. Warna unit sendiri adalah hitam. Di bagian belakang tersedia LCD 2”. Sisi kiri dan kanan bodi unit ada port mini USB tipis dan micro HDMI port serta slot micro SD. Sisi lainnya ada tombol navigasi up down dan lubang ventilasi (tidak tahu lubang apa itu). Sisi atas unit ada lampu indikator WIFI dan tombol shutter/tombol WIFI (bisa digunakan bersama fungsinga). Di sisi bawah unit terdapat slot baterai. Bodi unitnya sendiri dibalut plastik dengan tekstur.

Spesifikasi unit Brica B Pro AE Mark II dengan berat kosong 65g dan 150g (dengan baterai + waterproff case) adalah sebagai berikut,  (saya ambil dari info buku petunjuk), kameranya menggunakan 16MP Sony CMOS Sensor. Resolusi video menyediakan max 4K @30fps min 720p @90/60/30fps. Resolusi foto tersedia beberapa MP, max 16MP hingga 2MP. Format file terekam MP4 H.264 untuk video dan JPEG untuk foto. LCD nya sendiri berukuran 2” LTPS LCD. Aparture F/2.8, f=3.0mm. Lensa fixed focus wide angel (170ยบ). Slot memory tersedia untuk microSD class 10 disarankan, kapasitas hingga 64GB. Frekuensi cahaya 50Hz/60Hz. Range fokus 1,5 meter. Avail WIFI 801.1 b/g/n dengan radius efektif 30 meter. Baterainya sendiri Li-Ion 1000mAH (bawaan unit), dengan interface sumber daya 5V 2A. Waktu efektif penggunaan klaim pabrikan ± 110 menit (penggunaan normal) dan ± 80 menit penggunaan normal plus live stream.

Untuk fitur yang tersedia WIFI live stream, loop recording, time-lapse, burst dan DVR mode. Beberapa mode yang tersedia antara lain video mode, foto mode, slow-motion mode, dan playback mode. Mode pengambilan fotonya sendiri ada single shot, self timer (3/5/10/20 detik), burst (up to 10fps), auto shot. OS unit ini compatible dengan Windows XP ke bawah, for PC dan Android & iOS untuk smartphone dengan di sinkronkan aplikasi yang tersedia di Play Store atau Apple Store. Kalau di Play Store app rekomendasinya “B-PRO5 – ALPA EDITION – Mark II”.

Nah setelah baca spesifikasi dan lihat-lihat unit, saya coba nyalakan unit. Saya tekan agak lama tombol power/off selama beberapa detik sesuai buku petunjuk, tapi tak juga nyala. Saya sampai bingung, ini rusak atau apa ya. Biasanya kan kalau barang elektronik biasanya tersedia daya baterai sedikit sebelum di-charge pertama kali, namun tidak dengan Brica unit yang saya pegang ini. Akhirnya saya lebih dulu memasukan microSD ke slotnya, kemudian saya sambungkan dengan pengisi daya. Baru setelah beberapa detik, unit baru bisa dinyalakan dengan cara seperti saya sebut di atas. Booting awal, menampilan logo “Brica B-Pro 5 AE Mark II didampingi suara speaker “cempreng”. Awal-awal bingungnya bukan main saya cari settingnya saja sulit, untungnya buku petunjuk bisa jadi acuan. Karena saya terbiasa smartphone, layar LCD unit beberapa kali saya sentuh, saya kira tersedia fitur touch screen, haha, ternyata #mimpi. Untuk keperluan navigasi gunakan tombol yang ada di sisi kiri  unit. Untuk tombol-tombolnya masih seret, agak susah sih ketika ditekan, tapi masih normal.

Saya coba capture gambar dan hasilnya baik, namun saya lihat seperti hasil jepretan mode fish eye. Saya coba cari pilihan setting gambar ternyata tidak ada, dan memang hasil jepretannya ya model fish eye gitu. Tapi okelah, namanya juga kamera aksi. Kemudian saya coba sinkronkan dengan aplikasi rujukan. Hmm, aplikasinya tidak berjalan baik, sering crash. Sebelum mensinkronkan aktifkan WIFI di unit, aplikasinya sendiri tidak bisa digunakan jika tidak terhubung dengan sinyal WIFI unit. Lagi-lagi aplikasinya ini sering crash, saya lagi asyik memepelajari menu di aplikasi ini harus terganggu dengan crash (tiba-tiba keluar aplikasi). Payah deh aplikasi pendukungnya, kecewa sih. Untuk hal ini saya belum temukan solusinya. Mungkin beberapa waktu kedepan saya akan coba memahaminya lebih lanjut.

Kesimpulannya secara umum lihat dari fisik unit dan paket penjualan Brica B-Pro 5 Alpa Edition Mark II baik, cukup lengkap, packaging rapih dan kokoh bagus untuk pajangan. Harganya yang relatif bersaing dengan fitur setara merek mahal, bisa jadi pilihan. Wajar jika kamera aksi ini disebut “Go Pro killer”, dan masih banyak kamera aksi merk lain yang menawarkan harga lebih murah lagi. Saran saya, sebelum menentukan membeli, search dulu informasi harga, spesifikasi unit, pengalaman pengguna, review, paket pembelian atau bonusnya kalau ada, kekurangan dan kelebihan unit yang diincar. Semuanya harus dipertimbangkan, seperti yang saya gunakan dengan “sparing spec”, setelah yakin baru eksekusi. Selamat hunting unit jika yang belum punya, jika sudah punya happy selfi, selamat berhunting momen. Cpr

"posting ini juga dirilis di Naturality, dengan judul yang sama"

Senin, 16 November 2015

Pasific Spazio 5.0

Pasific Spazio 5.0 adalah sepeda berjenis MTB pertama yang saya miliki yang saya peroleh dengan usaha saya sendiri. Meski tidak dibeli dengan tunai, alias kredit. Pasific Spazio ini sebenarnya tidak masuk dalam list perburuan  MTB ku kala itu, pilihan utama sebenarnya ke Polygon series, tepatnya Strada 4.0 atau 5.0. Namun karena harganya yang tidak sesuai dengan budget, akhirnya saya harus punya pilihan yang kedua. Pilihan kedua itu jatuh pada Pasific. Kebetulan saat hunting di toko sepeda ada satu model yang menurut saya menarik, modelnya tidak kalah dengan tipe Strada, jadi saya ambilah. Pilihan itu jatuh ke Spazio 5.0. Saya harus tebus unit ini dengan harga Rp 2.800.000,00 di sebuah toko sepeda di bilangan Depok. Harganya jauh lebih murah dibandingkan Polygon Strada 4.0 yang saat itu sekitar Rp 4.400.000,00 kala itu (Juli 2013), saat saya masih search info.

Sebagai informasi saja, saya akan sajikan spesifikasi dari Pasific Spazio 5.0, sbb.:

  • Frame full alloy
  • Velg alloy doublewall
  • Fork shock lock dari ZOOM (bisa diatur, tinggal putar tuas)
  • 24 speed dari Shimano Altus
  • RD Shimano Altus
  • Break Xtech cakram hidrolik depan dan belakang
  • Tire dari Kenda size 26" x 2,10
  • Sadel dari Pasific
  • Stang dari ZOOM
  • Color: black
Bersepeda dengan Spazio ini buat saya senang, karena jarang ada yang nyamain, karena kebanyakan orang pakai merk yang sudah terkenal dan model yang sama, tetapi ketika saya pakai Spazio ini dan saya cari pemakai lain, sangat jarang yang menggunakannya. Saya coba cari ketika ada event Fun Bike yang saya ikuti.

Untuk bobotnya juga tidak begitu berat, ketika perlu mengangkat dan memikul sepeda ini melintas sungai atau medan yang sulit, Spazio ini tidak begitu berat. Bahkan kamar saya yang berada di lantai atas pun, setiap saat saya mau pakai dan menyimpannya, saya harus mengangkatnya ke lantai atas. Ya jika dibandingkan dengan sepeda merk lain yang relatif lebih mahal mungkin saja bisa lebih ringan. Tapi buat pemakai awam, Spazio 5.0 cukuplah.

Spazio 5.0 ini adalah aset yang saya miliki, saya sajikan di Naturality Shop apabila ada yang berminat, bisa melegonya, status unit masih ada, penggunaan pribadi, frekuensi penggunaan jarang hanya kalau ada event fun bike saja, keluar hanya untuk di lap dan dibersihkan dari debu. Tidak pernah digunakan di medan becek dan berair, dan belum pernah sama sekali merasakan hujan alias bersepeda saat hujan. Over all Spazio yang saya miliki ini masih gress. Kilometer terjauh tempuh terjauh Margonda, Depok - Kranggan, Bekasi (via Cijantung, Mabes TNI). Senayan - Kota Tua - Kemayoran - Senayan. Rute itu yang paling jauh pernah ditempuh Spazio saya ini.

Sekian diskripsi tentang Pasific Spazio 5.0 yang saya miliki. Lebih jelas bisa cari tahu ke saya, pemilik, bisa dilihat ke menu Admin Shop. cpr.

Kamis, 04 September 2014

Tanki BBM, Yamaha Vega R 2006 2nd

Saya punya barang yang sudah tak terpakai, karena kondisinya sudah tidak 100% baik lagi. Tetapi sepertinya eman-eman jika dibuang atau dirongsokan begitu saja. Supaya bisa bernilai lebih, saya coba berbagi di Naturality Shop. Barang yang saya tawarkan ini, adalah tanki BBM motor Yamaha Vega R 2006. Ini tanki asli bawaan motor, dari baru sampai terakhir diganti tahun 2014. Tanki BBM asli yang saya mau tawarkan ini kondisinya tidak 100% baik. Karena ada masalah keropos di bagian belakang bawah tanki, karena rembesan air hujan.

Namun tanki seperti ini masih memungkinkan untuk dimodifikasi atau diperbaiki, agar bisa digunakan kembali. Jadi barang siapa yang mau dan membutuhkan tanki ini untuk bahan modifikasi atau kanibal pada kendaraan kesayangannya, tanki ini bisa dilego. Harga yang saya tawarkan di sini hanya Rp 225.000,00 saja.

Sisi belakang (tampak bawah) atas yang mengalami pengeroposan, hanya lubang kecil, bisa dilihat dibagian yang catnya terkelupas.

Tampak samping. Tampak karat di bibir tanki. Namun tidak bocor, cat luntur karena sering terkena kuku dan luapan BBM

Tampak atas, bisa terlihat sisi yang terkelupas catnya karena kuku saat membuka tutup tanki dan akibat air serta reaksi kimia besi dan BBM


Mengenai penampakan tanki bisa dilihat di gambar yang disajikan di sini. Di keterangan gambar dijelaskan bagian mana  yang perlu perlakuan dan perhatian khusus, sehingga bagi yang berminat bisa puta otak bagaimana memodifikasinya jika berminat pada barang ini. Untuk lebih jelasnya bisa menghubungi  Admin Naturality Shop, sekian dan terima kasih.

First Post Naturality Shop

Hari ini sepertinya saya catatkan sebagai hari jadinya untuk Naturality Shop. Saya akan gunakan 'tempat' ini untuk memasarkan serta menawarkan sesuatu yang bisa saya jual. Mengingat, pasar online sudah marak di internet. Setidaknya, saya bisa menawarkan barang-barang atau sesuatu yang bisa diperjualbelikan.

Alasannya awalnya sih untuk menambah pemasukan, serta membiasakan diri untuk berdagang. Mengingat sebenarnya banyak hal yang bisa saya tawarkan. Kalau taro iklan di Toko Bagus atau Berniaga kan tidak bisa lama, terpajang, kalau di sini setidaknya bisa lama terpajang. Naturality Shop ini juga akan berjalan sejalan dengan Naturality, blog utama saya untuk menerbitkan postingan yang sifatnya umum. Untuk yang berhubungan dengan penawaran-penawaran mulai sekarang akan saya alihkan ke Naturality Shop.

Kembali mengingatkan dan menetapkan, pada hari ini Kamis, 4 September 2014, Naturality Shop resmi hadir di dunia maya. Perlahan demi perlahan akan mulai berkiprah di dunia maya. Di sini akan saya gunakan berbagi/ share mengenai produk yang bisa jadi rujukan atau memang produk saya tawarkan. Semoga ke depannya, Naturality Shop bisa masuk di jajaran mesin pencari Google. Selamat atas kehadiran Naturality Shop. Sukses.